Senin, 25 Februari 2008

KARYA ILMIAH "IMAM FIK UNESA"



KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah S.W.T, pemelihara semesta Alam yang megizinkan penulis menuangkan ide-idenya dan memberi kekuatan untuk terus berkarya. Memberi waktu pada saya untuk terus mengasah kemampuan yang positif melalui menulis. Kemampuan menulis merupakan sesuatu yang diberikan oleh Allah S.W.T sebagai anugerah yang terindah yang pernah saya dapatkan.
Penulis haturkan terima kasih kepada semua teman-teman yang sengat membantu menyelesaikan karya tulisan ini. Tanpa bantuan teman-teman semua mustahil karaya ini dapat terlaksana. baik melalui sumbangan pemikiran, peminjaman referensi berupa buku maupun pinjaman peralatan yang sangat mendukung terlaksananya karya ini.
sukses Olahraga…..
majukan olahraga melalui karya Ilmiah.....
Penulis,



A. BSTRAK
PENGARUH OLAHRAGA TERHADAP SEKS DAN
KEHIDUPAN SEKS OLAHRAGAWAN

Nama : IMAM WAHYUDIN

Berolahraga merupakan salah satu bentuk menjaga dan melestarikan hidup sehat, dengan berolahraga tubah akan menjadi bugar. Sehat dan bugar memiliki arti yang berbeda. Orang yang kelihatannya sehat belum tentu bugar. Orang yang bugar tidak hanya sekedar sahat tetapi bisa melakukan hal-hal yang lebih, melakukan sesuatu yang sifatnya mendadak diselah aktifitas yang padat dan orang yang bugar dalam aktifitasnya tidak mendapatakan kelelahan yang berarti. Maka jelas orang yang bugar sudah pasti sehat dan orang yang sehat belum tentu bugar. Karena tidak semua orang yang sehat dapat melakukan aktifitas lebih, seperti yang dilakukan oleh orang yang bugar.
Untuk bisa menjadi bugar meka perlu melakukan olahraga yang teratur. Menurut Dr. william Masters seorang yang kesegaran jasmaninya baik (fit) untuk berfungsi, maka kemampuan akan lebih baik dibandingkan dengan orang-orang yang tidak fit. Oleh karena itu seorang dengan kesegaran jasmaninya yang baik, akan baik pula sebagai pasangan seks dan dapat lebih menikmati seks. Oleh sebab itu orang yang kesegaran jasmaninya kurang setelah mandapatkan latihan-latihan olahraga, Kemampuan seksualnya juga akan menjadi lebih baik.
Rumusan masalah dalam penulisan karya ilmiah ini adalah selama ini banyak para olahragawan yang ragu-ragu dalam melakukan hubungan seks pada masa latihan dan bertanding karena dianggap dapat mempengaruhi penampilan fisiknya. Banyaknya opini yang mengatakan olahragawan mempunyai kemampuan seks yang lebih unggul dari orang-orang yang jarang melakukan olahraga. Dengan melakukan olahraga dapat berguna untuk meningkatkan kemampuan seksual.
Jenis penulisan yang digunakan adalah menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah totalitas atau gestalt. ketepatan interpretasi bergantung ketajaman analisis, objektivitas, sistematik, sistemik, bukan pada statistika dengan menghitung berapa besar probabilitasnya bahwa peneliti benar dalam interpretasinya. (sudjana & ibrahim. 2001 : 195)
Kata kunci : Olahraga Kesehatan


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Karena banyaknya permasalahan yang dihadapi saat ini berkaitan dengan perkembangan olahraga maka tersusunlah karya tulis yang berjudul “Pengaruh Olahraga Terhadap Seks Dan Kehidupan Seks Olahragawan”. Untuk memantau perkembangan olahraga dalam negri.

1.2 Rumusan Masalah
Apakah berolahraga dapat mempengaruhi kehidupan seks seseorang ? Dan apakah seks dapat mempengaruhi aktivitas olahragawan ?

1.3 Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui perkembangan olahraga dalam negeri
Memberikan pengetahuan seks kepada olahragawan khususnya bagi para atlet

1.4 Manfaat Penulisan
Agar Para olahragawan tidak ragu-ragu melakukan hubungan seks
Memberikan pengetahuan seks kepada pembaca khususnya olahragawan
Membuka wawasan pentingnya olahraga terhadap kehidupan seks.


BAB II
KAJIAN PUSTAKA


2.1 Pengertian Olahraga
Olahraga adalah suatu bentuk bermain yang terorganisir dan bersifat kompetitif. Beberapa ahli memandang bahwa olahraga semata-semata suatu bentuk permainan yang terorganisasi, yang menempatkan lebih dekat kepada istilah pendidikan jasmani. Akan tetapi, pengujian yang lebih cermat menunjukkan bahwa secara tradisional, olahraga melibatkan aktivitas kompetitif. (Mutohir, T.C 2004)
Ketika kita menunjuk pada olahraga sebagai aktivitas kompetitif yang terorganisir, kita mengartikannya bahwa aktivitas itu sudah disempurnakan dan diformalkan hingga kadar tertentu, sehingga memiliki beberapa bentuk dan proses tetap yang terlibat. Peratura, misalnya, baik tertulis maupun tak tertulis, digunakan atau dipakai dalam aktivitas tersebut, dan aturan atau prosedur tersebut tidak dapat diubah selama kegiatan berlangsung, kecuali atas kesepakatan semua pihak yang terlibat.
Selain definisi diatas olahraga adalah aktifitas kompetitif. Kita tidak dapat mengartikan olahraga tanpa memikirkan kompetisi, sehingga tanpa kompetisi itu, olahraga berubah menjadi semata-mata bermain atau rekreasi. Bermain, karenanya pada satu saat menjadi olahraga, tetapi sebaliknya, olahraga tidak pernah hanya semata-mata bermain, karena aspek kompetitif teramat penting dalam hakikatnya.

2.2 Pengertian Seks
Seks adalah pemberian tuhan sebagaimana pemberian-pemberian pada setiap mahluk-Nya. Seks merupakan kebutuhan manisia. Semenjak dari merancang, Tuhan sudah memikirkan seks manusia yang kekal menjadi kebutuhannya. Dengan kesadaranNya, tuhan mencipatakn manusia berpasangan, lengakap dengan seperangkat alat-alat seksnya yang unik. Tanpa melalui proses pengajaran, manusia mampu mempergunakan seperangkat alat-alat seks itu secara tepat, bahkan sangat kreatif. Tuhan melengkapi manusia dengan “naluri seksual” sebagaimana yang diberikan kepada mahluk-mahluk lainya.
Oleh karena itu, seks adalah natur, naluri, dan kepentingan biologis keberlangsungan keturunan. keberadaanya dekat dengan nadi kehidupan. Sering dikatakan bahwa kehidupan itu sendiri adalah seks. tak seorang pun bisa mengintervensinya urusan seks manuisa sebagai mana juga tidak mungkin mengatur arah kehidupannya. Seks merupakan kedaulatan dari, harga diri, dan mahkota kehidupan. Ini tidak lain karena seks adalah hak asasi setiap individu. Secara dasar, seks menganut kebebasan sebagai mana bebasnya individu untuk memperlakukan organ-organ seksualnya. Pembatasannya adalah ketika penggunaan seks berbenturan dan mengusik kebebasan orang lain. Dengan kata lain, regulasi tentang seks mulai dibutuhkan ketika seks bekerja dalam konteks hubungan sosial dengan pihak lain. inilah yang senan tiasa menjadi wacana dan perdebatan publik, termasuk dalam ajaran-ajaran agama.

2.3 Olahraga Dan Seks
Perkembangan teknologi membuat semakin sedikitnya gerakan yang dilakakukan orang dalam kehidupan sehari-hari. Dahulu, kita harus berjalan kaki atau bersepeda jika akan pergi kesuatu tempat, tetapi kita sekarang dapat naik kendaraan bermotor, baik berupa sepeda motor, bis, ataupun mobil pribadi. Bahkan untuk jarak yang dekatpun orang menggunakan mobil. Contoh lain dahulu kita harus pergi sendiri untuk menemui keluarga atau teman-teman ditempat lain. Dan sekarang cukup mengangkat telepon, dan kita dapat melakukan pembicaraan tanpa banyak mengeluarkan tenaga. Apabila telepon berdering sekarang tidak perlu berdiri dan berjalan untuk mengangkat telpon cukup menggeser kursi yang beroda. Semakin sedikit gerakan yang kita lakukan, dengan sendirinya kesegaran jasmani kita akan menurun. Jika kesegaran jasmani kita rendah, sepulang bekerja atau melakukan aktifitas yang cukup mengguras tenaga kita akan merasa sangat capek dan segan berbaut sesuatu, misalnya pergi kerumah saudara, ke biospkop, atau pergi ketempat rekreasi lainnya. Bahkan bisa pula membuat orang segan menunaikan tugas biologis, baik sebagai suami maupun istri.
Tentunya hal ini menyebabkan semakin sedikit pula kita bergerak yang berarti semakin menurun kesegaran jasmani, dan semakin malas lagi bergerak. Siklus itu harus kita putuskan. Kesegaran jasmani harus kita tingkatkan, sehingga sedikit demi sedikit keenggaan untuk berbuat sesuatu dapat dihilangkan.
Cara meningkatkan kesegaran jasmani tadi ialah dengan cara menjalankan latihan-latihan olahraga yang teratur. Maka timbullah pertanyaan sebagai berikut : dapatkah latihan-latihan olahraga itu memperbaiki kehidupan seksual kita?
Menurut penelitian dr. Jesse Steinfeld dari Amerika Serikat, ternyata orang-orang yang kondisi fisiknya baik mamang dapat menikmati kehidupan seksualnya. Sangat logis karena kegiatan seksual merupakan kegiatan fisik, meskipun pengaruh plsikologis atau kejiwaan memegang peranan penting pula. Banyak orang yang menyebut kegiatan seksual sebagai latihan olahraga yang terbaik, ada pula yang menyebut sebagai latihan olahraga yang paling sempurna, dan lain-lain.
Biasanya, seseorang pertama kali tertarik pada pasangannya adalah karena fisik pasangan tersebut. Karena itu kondisi fisik yang baik amat perlu, dan untuk mendapatkan fisik yang baik, kita harus menjalankan latihan-latihan olahraga. dengan latihan-latihan olahraga yang cukup intensitasnya, otot-otot kita menjadi kencang, lemak dalam tubuh tidak berlebihan, dan tubuh kita menjadi lebih menarik.
Menurut penelitian dr. T.K. Cureton, dari University of Illinois, banyak orang berusia kurang lebih empat puluh tahun mulai menjalankan latihan-latihan olahraga karena merasa kemampuan atau kekuatan seksualnya menurun. Setelah mengikuti program latihan dari Cureton, ternyata banyak yang menyatakan bahwa kemauan dan kemampuan seksualnya bertambah baik. Dari penelitain lebih lanjut, ternyata latihan-latihan olahraga, terutama lari, dapat memperbaiki kemauan ataupun kemampuan seksual seseorang, bahkan pada orang yang berusia labih dari empat puluh tahun


BAB III
METODE PENELITIAN


Metode penelitian adalah strategi umum yang dianut pengumpulan data dan analisis yang diperlukan, dengan menjawab persoalan yang dihadapi ini berarti metode penelitian merupakan suatu masalah yang berdasarkan faktor empiris dan objektif untuk diuji secara ilmiah oleh siapapun.
Metode yang digunakan dalam suatu penelitian ditentukan oleh sifat persoalan dan jenis data yang diperlukan. Oleh karena itu, dalam memilih metode penelitian hendaknya harus dapat dan sesuai dengan kebutuhan karena berhasil tidaknya penelitian tergantung pada sesuai tidaknya memilih dan menerapkan metode penelitiannya.


3.1 Jenis penelitian
Penelitian ini berjudul “ Pengaruh Olahraga Terhadap Seks Dan Kehidupan Seks Olahragawan “. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.
Menurut Arikunto (1990:309) metode deskrptif adalah metode dalam penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan data informasi mengenai status gejala yang ada, keadaan atau gejala apa adanya pada saat penelitian dilakukan.
Pendekatan kualitatif adalah totalitas atau gestalt. ketepatan interpretasi bergantung ketajaman analisis, objektivitas, sistematik, sistemik, bukan pada statistika dengan menghitung berapa besar probabilitasnya bahwa peneliti benar dalam interpretasinya. (sudjana & ibrahim. 2001 : 195)
berkenaan dengan hal itu bogdan dan taylor (1975 : 5) mendefinisikan metode kualitatif sebagai prosedur penulisan yang menghasilkan data deskriptif kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang yang berprilaku yang diamati. penulisan karya tulis ini bersifat deskriptif, yaitu memberikan gambaran suatu keadaan tertentu secara rinci disertai dengan bukti.

3.2 Tempat Dan Waktu Penelitian
Tempat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Daerah Surabaya dan sekitarnya. Sedangkan waktu penelitian dilakukan mulai tanggal 24 Desember 2007 sampai 08 februari 2008.

3.3 Populasi dan Sampel
3.3.1 Populasi
Menurut Suharsimi Arikunto (1997 : 108) yang dimaksud dengan populasi adalah keseluruhan objek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. Sesuai dengan permasalahan untuk menemukan jawaban dari penelitian ini, maka penelitian mengenai “ Pengaruh Olahraga Terhadap Seks Dan Kehidupan Seks Olahragawan ” menggunakan populasi pria dengan status telah menikah dan Atlet olahraga dengan status menikah di Surabaya.
3.3.2 Sampel
Menurut Suharsimi Arikunto(1997:109) yang dimaksud sampel adalah sebagian atau wakil yang diteliti. Sampel yang digunakan peneliti mengenai “Pengaruh Olahraga Terhadap Seks Dan Kehidupan Seks Olahragawan” adalah pria dengan status telah menikah yang berada di Surabaya antara lain : 1. Bapak Djunaidin 20 tahun, 2. Bapak Sugeng Widaryanto, 3. Bapak Muhammad Arifin dan Atlet olahraga beladiri Tarung Derajat Bapak Agus dengan status telah menikah.

3.4 Sumber Data
Sumber data yang diperoleh dalam penulisan karya ilmiah ini didapat dari objek dan subjek yang diteliti serta pada referensi buku-buku yang terkait dengan tema, makalah dan internet.
3.2.1Data primer, yaitu data yang diperoleh dari hasil wawancara terhadap narasumber.
3.2.2Data sekunder, yaitu data yang diperolah dari kumpulan buku-buku, hasil seminar, situs internet, dan kumpulan-kumpulan makalah yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti.

3.5 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam menyusun karya ilmiah ini adalah:

3.5.1Metode wawan cara
Wawancara yaitu memlakukan komunikasi langsug dengan nerasumber untuk mendapatkan data, dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan masalah yang diteliti, dilakukan secara terbuka
3.5.2Metode observasi
Observasi yaitu suatu usaha untuk melakukan pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap objek penelitian.

3.6 Analisis Data
Analisis data yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah :
Analisis kualitatif dengan menggunakan verstehen (understanding) yakni berusaha memahami setiap interaksi, tingkahlaku dan peristiwa. Metode penulisan karya tulis ilmiah ini menggunakan induktif kualitatif yaitu metode yang berawal dari observasi yang ada dilapangan (fakta empiris dan induktif) bukan pada deduksi teori.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 HASIL
4.1.1 Hasil Observasi

Dari observsi yang telah dilakukan diperoleh data sebagai berikut :
Hanya 2 Dari 20 pria telah berkeluarga di Rt. 01 Rw. 04 perumahan babatan indah yang aktif berolah raga. sedangkan yang lain mengaku jarang melakukan aktifitas olahraga secara rutin karena tidak punya waktu dan tenaga lebih untuk berolahraga setelah melakukan aktifitasnya yang padat. 18 orang diantaranya mengaku kemampuan seksulnya menurun.
Dari 4 pria yang telah berumur 40 tahun keatas mengaku kemempuannya untuk melakukan hubungan seks menurun. Dari 3 diantara mereka yang telah merubah pola hidupnya dengan memanfaatkan waktu luang dengan berolahraga mengaku kemampuan seksualnya menigkat.
Dari 3 atlet beladiri tarung derajat yang diteliti lebih memilih untuk tidak melakukan hubungan seks. selama melakukan latihan-latihan dan mengahadapi kejuaraan karena dianggap dapat mengganggu dan mengurangi hasil latihan yang telah dijalankan. Dan seorang diantaranya tidak terpengaruh untuk tidak melakukan seks. Tetap melakukan hubugan seks walaupun pada saat berlatih atau mendekati pertandingan.

4.1.2 Hasil Wawancara
wawancara yang telah dilakukan antara lain sebagai berikut:
a)wawancara yang dilakukan dengan bapak Sugeng Widaryanto 42 tahun antaran lain :
Apakah anda sering menjalankan aktifitas olahraga?
Jawab.
Saya kurang begitu sering melakukan aktifitas olahraga karena kurangnya waktu luang untuk melakukannya dan kadang-kadang saya merasa malas untuk melakukan olahraga karena tidak ada tenaga lagi untuk melakukan olahraga sehabis bekerja. kadang dihari libur pun saya malas melakukannya mungkin karena kondisi fisik yang mulai menurun dan foktor usia.
Apakah semasa muda anda sering melakukan olahraga?
Jawab.
Memang semasa muda saya sering berolah raga. waktu saya masi muda dulu saya aktif bermain sepak bola hampir tiap sore. karena kebetulan rumah saya dulu dekat dengan lapangan sepak bola.
Apa manfaat yang anda rasakan pada diri anda ketika aktif berolahraga?
Jawab.
Yang jelas berbeda dengan ketika saya tidak berolahraga lagi, dulu ketika saya sering berolahraga bangun pagi terasa ringan dan bendan rasanya enteng dan tidak gampang capek sekarang naik tangga kelantai dua saja sudah ngos-ngosan.
Apakah anda merasakan perbadaan dalam kehidupan seks anda ketika anda aktif berolahraga dengan saat anda jarang berolahraga?
Jawab.
Ngomong-ngomong masalah seks ya’ dik saya memang pakarnya he…he… dulu ketika saya baru-baru menikah dan aktif berolahraga keinginan saya untuk melakukan hubungan seks sangat tinggi kadang-kadang sampai tiga kali sehari. Tidak begitu menguras tenaga. Sekarang ketika saya jarang melakukan olahraga keinginan saya untuk melakukan hubungan seks berkurang malah kadang-kadang malas untuk melakukannya karena capek dan apa bila saya melakukannya saya tidak sekuat pada saat masi aktif berolahraga.




b)Wawancara yang dilakukan dengan Bapak. Djunaidin 31 tahun :
Apakah anda sering menjalankan aktifitas olahraga ?
Jawab.
Tentu saya sering berolahraga karena itu sudah merupakan hobi saya dari kecil. sejak kecil saya suka bermain sepak bola dan sekarang walaupun jarang bermain sepak bola tetapi saya tetap berolahraga rutin 4 kali seminggu untuk bermain bulutangkis, di gedung olahraga warga babatan indah dengan membayar iuran tiap bulannya.
Apa manfaat yang anda rasakan ketika anda aktif berolahraga ?
Jawab.
Manfaat dari saya melakukan latihan olahraga adalah kemampuan saya dalam bermain bulutangkis bertambah. badan saya sehat tidak mudah kena penyakit. setalah aktif berolahraga lagi alhamdulillah saya tidak pernah terkena panyakit yang serius. perasaan tenang pikiran jadi jernih dan jauh dari stres. itu lah manfaat yang saya rasakan ketika aktif berolahraga.
ketika anda jarang berolahraga bagaimana kondisi fisik anda, apakah sama ketika aktif berolahraga ?
Jawab.
terusterang ketika saya jarang berolahraga perasaan saya tidak enak dan kangen ingin berolahraga lagi karena olahraga merupakan hobi saya. kondisi fisik tentu menurun dan sering sekali saya mersa cepat capek walau melakukan hal-hal yang ringan. betul-betul berbeda ketika saya aktif berolahraga.
Maaf sebelulmnya mungkin pertanyaan ini agak tidak sopan tapi tolong jawab dengan jujur sesua apa yang anda rasakan dan bukan dari opini yang and dengar. Apa yang anda rasakan ketika melakukan hubungan Seks pada saat anda katif berolahraga dan sewaktu anda tidak aktif berolahraga?
Jawab.
hubungan seks yang saya lakukan ketika saya aktif berolahraga mungkin lebih bagus ketimbang pada saat saya jarang berolahraga. hal ini saya rasakan langsung ketika aktif berolahraga. kekuatan dan daya tahan saya bertambah dari biasanya. dan bangun pagi pun terasa segar tidak merasakan sakit pinggang seperti pada waktu saya jarang berolahraga.

c)Wawancara yang dilakukan dengan Bapak. Muhammad Syaiful 30 tahun :
Apakah anda sering menjalankan aktifitas olahraga ?
Jawab.
saya kurang begitu sering berolahraga tetapi pernah berolahraga.
apa yang anda rasakan ketika anda aktif berolahraga ?
Jawab.
tentu badan saya tidak gendut seperti sekarang ini kalau saya masih aktif berolahraga. waktu saya masih sering berolah raga bandan saya bagus atletis dan kuat lagi tidak loyo. sekarang berjalan 100 M saja sudah ngos-ngosan apa lagi mau berolahraga yang berat amat sulit.
Maaf sebelulmnya mungkin pertanyaan ini agak tidak sopan tapi tolong jawab dengan jujur sesua apa yang anda rasakan dan bukan dari opini yang and dengar. Apa yang anda rasakan ketika melakukan hubungan Seks pada saat anda katif berolahraga dan sewaktu anda tidak aktif berolahraga?
Jawab.
tentu berbeda, ketika saya aktif berolahraga saya mempunyai badan yang atletis dan bagus. Hubungan seks yang saya lakukan sungguh indah dan memuaskan, berbeda dengan saat ini ketika saya jarang lagi berolahraga, harus memakai obat kuat kalau ingin mendapatkan hasil yang memuaskan.


d)Wawancara yang dilakukan dengan Bapak. Agus 26 tahun atlit beladiri Tarung Derajat :
ketika anda aktif dalam latihan mempersiapkan diri untuk menghadapi kejuraan apakah anda sering malakukan hubungan seks ?
Jawab.
apabila saat latihan berlangsung apalagi mendekati waktu kejuraan tidak boleh malakukan hubungan seks karena akan berpengaruh terhadap hasil latihan itu yang saya dengar dari banyak pelatih saya. tapi saya tidak pernah memperhatikannya karena saya tidak bisa menahan diri untuk tidak melakukan hal itu. karena itu merupakan kenikmatan yang telah diberikan tuhan untuk dinikmati bukan untuk ditahan.
Apa hal itu tidak berpengaruh terhadap prestasi anda ?
Jawab.
kelau berdasarkan pengalaman saya. itu semua tergantung latihan saja apabila latihan yang dilakukan dengan serius maka akan mendapatkan prestasi yang bagus. masalah melakukan atau tidak hubungan seks itu tidak berpengaruh sekali terhadap prestasi saya. saya sudah biasa melakukan hal itu dan buktinya saya tetap tidak kekurangan tenaga atau kondisi fisik saya turun ketika bertanding. semua normal-normal saja.

4.2ANALISIS DATA
4.2.1 Analisis Data Hasil Observasi

Berdasarkan hasil observasi adapun data yang diperoleh adalah banyak masyarakat yang jarang melakukan aktifitas olahraga karena terbentur oleh waktu untuk melakukannya dan faktor usia. orang yang jarang berolahraga kondisi fisiknya melemah dan berdampak pada kemampuannya untuk melakukan hubangan seks. semakin lemah kondisi fisik semakin malas untuk melakukan hubungan seks.
Masih banyaknya atalit yang masih takut untuk melakukan hubungan seks dengan alasan akan mempengaruhi penampilannya saat bertanding. walaupun ada sebagain kecil yang mempertahankan untuk tetap melakukan hubungan seks.

4.2.2 Analisis Data Hasil Wawancara
Dari hasil wawancara yang telah dilakukan diperoleh data antara lain adalah :
1.orang yang jarang berolah raga daya tahan dan kekuatan fisiknya menurun dan cenderung malas untuk melakukan hubungan seks.
2.berolahraga sangat berguna untuk mejaga dan meningkatkan kesehatan
3.semua pria yang melakukan aktifitas olahraga memiliki fisik yang bagus dan daya tahan tubuh kuat, tidak mudah terkena penyakit.
4.ada perbedaan yang dirasakan saat melakukan hubungan seks ketika aktif berolahraga dan ketika jarang berolahraga
5.kemampuan orang yang berolahraga untuk melakukan hubungan seks lebih baik dari pada orang yang tidak berolahraga.
6.kemampuan seksual seseorang dapat ditingkatkan melalui olahraga.
7.tidak selamanya opini tentang melakukan hubungan seks pada saat latihan dan menjelang pertandingan dapat mengganggu penampilan fisik pada saat bertanding
8.latihan yang giat dan disiplin lebih mempengaruhi penampilan pada saat bertanding.
9.melakukan hubungan seks pada saat latihan dan menjelang pertandingan tidak akan mempengaruhi kondisi fisik pada saat bertanding selama manjalankan latihan dengan baik dan benar.

4.3 PEMBAHASAN
Dari hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan serta hasil penelitan. Dan pendapat para ahli maka diperoleh data-data sebagai berikut :


4.3.1Pengaruh Olahraga terhadap seks
Menurut pendapat Dr. William Masters seorang yang memiliki kesegaran jasmani yang baik (fit) maka kemampuan seksualnya akan lebih baik dibandingkan dengan orang yang kesegaran jasmaninya kurang atau tidak fit. Seseorang dengan kesegaran jasmani yang baik, akan baik pula sebagai pasangan seks dan dapat lebih manikmati seks. Hal ini bisa dipahami, mengingat fungsi-fungsi seksual merupakan proses fisiologis.oleh karena itu seseorang yang kesegaran jasmaninya kurang, setelah mendapat latihan-latihan olahraga. Kemampuan seksualnya juga akan enjadi lebih baik.
Hubungan seksual sebenarnya sama saja denganl latiha olahraga (exercise), di mana kebutuhan tubuh akan oksigen dan zat-zat makanan akan bertambah. Untuk memenuhi kebutuhan ini maka jantung harus memompakan darah lebih banyak, sehingga dapat menaikan denyut jantung sampai 180 denyut per menit. Pada umumnya, hubungan seksual memerlukan energi sebanyak kurang lebih sema dengan orang naik tangga rumah satu lantai atau orang berlari sejauh 36 mete. Orang-orang yang kesegaran jasmaninya buruk sekali dan tidak sanggup berlari pada jarak 36 meter, juka mengadakan hubungan seks tentu akan segera kahabisan nafas dan otot-otot segera merasa lelah. Menurut hasil penelitian, jika pasangan pria dan wanita kesegaran jasmininya sama-sama baik maka baik pria atau wanita akan saling menstimulasi. Dengan begitu, intensitas seks mereka akan makin bertambah sehingga klimaks pun bisa dicapai.
Jadi orang-orang yang fit, seperti misalnya para olahragawan, tidak mudah merasa capai waktu mengadakan hubungan seksual, dan kegiatan seksual mereka berlangsung lebih intensif dan lebih berdaya tahan lama. Tetapi jika salah seorang dari pasangan mempunyai kesegaran jasmani kurang baik, maka akan terjadi ketidakseimbangan (sexual imbalance) dari hasil penelitian Dr. Joan Ullyot diperoleh petunjuk bahwa para pelari maraton mempunyai kecenderungan dapat menjalankan hubungan seksual yang lebih tahan lama.

4.3.2 Pengaruh Seks terhadap Olahraga
Hubungan seks dimalam hari sebelum bertanding tidak akan merugikan penampilan seorang olahragawan. Bahkan para olahragawan yang mempunyai perasaan demikian, tidak perlu dilarang untuk mengadakan hubungan seksual menjelang pertandingannya. Hal ini talah dinyatakan pula oleh The American Medical Associaatian’s Committee on The Medical Aspect of Sport bahwa hubungan seksual semalam sebelum bertanding tidak merugikan penampilan jika sesuai dengan kebiasaan olahragawan bersangkutan dan tidak mempengaruhi waktu tidurny. Tentunya hal ini berlaku hanya bagi olahragawan yang sudah berkeluarga.
Hubungan seks bagi olahragawan yang belum berkeluarga merupakan persoalan lain. Selain dari segi moral kurang baik, juga dari segi psikologis kurang menguntungkan karena jika ada hal-hal yang dirahasiakan, akibatnya malah bisa memperburuk penampilan waktu bertanding, dan juga ada resiko penularan penyakit kelamin dan resiko lainnya pada wanita, yakni hamil di luar nikah. Jika dalam suatu tim olahraga pada peserta wanita selain pria maka peserta wanita harus diawasi dengan baik oleh chaperon. Ini untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dan menjaga supaya tidak ada publikasi yang jelek dan membawa nama jelek bagi seluruh tim.

Jadi jelas setalah melakukan penelitian dan dari pendapat para ahli dalam bidang ini, ternyata olahraga dapat memperbaiki kehidupan seksual seseorang. Melakukan hubungan seks selama latiahan dan menjelang pertandingan ternyata tidak akan mengurangi dan mempengaruhi penampilan padasaat pertandingan/perlombaan berlangsung. Asalkan tidak mengurangi jam istirahat.






BAB V
SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan
Setelah melalui pembahasan, penyajian dan analisis data serta pembahasan yang diuraikan untuk di pecahkan, pengaruh olahraga terhadap kehidupan seks, khususnya untuk meningkatkan kemampuan seks melalui olahraga, penulis dapat menyimpulkan beberapa hal antara lain:
a.Berolah raga dapat membut tubuh jadi sehat, kuat dan tidak gampang terkena penyakit.
b.Kemampuan seksual orang yang berolahraga lebih baik dari pada orang yang tika berolahraga.
c.Berolahraga yang teratur dapat meningkatkan kemempuan dalam melakukan hubangan seks.
d.Hubungan seks yang dilakukan semalam sebelum bertanding tidak mempengaruhi penampilan fisik pada saat bertanding.
e.Latihan yang baik lebih menentukan keberhasilan seorang atlit

5.2 Saran
Beberapa saran yang dapat diberikan khususnya dari pembahasan permasalahan di atas, antara lain:
a.Manfaatkan waktu luang untuk berolahraga
b.Lakukan olahraga yang teratur untuk meningkatakan kemampuan dalam melakukan hubungan seks
c.Jangan takut dan ragu-ragu untuk melakukan hubungan seks semalam sebelum bertanding, karena tidak akan mempengaruhi penampilan pada saat bertanding, yang terpenting adalah jangan sampai mengganggu waktu istirahat.
d.Jalani latihan dengan disiplin, sesuai program latihan agar dapat meraih prestasi yang baik

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berikan tanggapan ANDA Tentang tulisan saya, sebagai acuan saya untuk menjadi lebih baik